Isu Mundurnya Menteri: Jokowi Pertanyakan Fakta di Acara Nahdlatul Ulama

Binar Eka Harisa
3 Min Read
Jokowi Angkat Bicara soal Isu Menterinya Akan Mundur dari Kabinet Pemerintahan

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait isu sejumlah menterinya yang akan mundur dari Kabinet Indonesia Maju.

Presiden menanyakan sumber asal isu tersebut.

Baca Juga: Pentingnya Kesadaran: WHO Rinci Bahaya Penggunaan Rokok Elektronik pada Anak-Anak

“Kabarnya dari siapa?”

tanya Jokowi usai menghadiri acara Dzikir, Doa, dan Sholawat Hari Lahir ke-101 Tahun Nahdlatul Ulama dan Hari Lahir 78 Tahun Muslimat Nahdlatul Ulama di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (20/1/2024).

Menurut Presiden, setiap hari ia menggelar rapat terbatas (ratas) bersama para menteri.

Baik itu rapat kabinet terbatas, rapat paripurna maupun rapat intern.

“Menteri setiap hari kita ratas. Setiap hari kita rapat terbatas, setiap hari rapat internal, setiap hari dengan semua menteri atau dengan sebagian menteri,”

katanya.

Menurut Presiden, tidak ada masalah dalam rapat yang digelar dengan para menteri tersebut.

Bahkan ketika rapat berlangsung marathon.

“Wong kita dari pagi sampai sore, pagi siang malam kita rapat paripurna, rapat internal, rapat terbatas selalu gak pernah ada jedanya. Setiap jam, setiap 2 jam, gonta ganti rapat, gonta ganti menteri juga gak ada masalah,”

katanya

Dalam tahun politik sekarang ini, kata Jokowi, segala sesuatu pasti berkaitan dengan politik.

Namun pemerintah tetap fokus bekerja di sisa periode pemerintahan.

“Ya namanya bulan politik, tahun politik ya semua hal akan berkaitan dengan hal-hal yang bersifat politik tapi biasa kok kita kerja biasa kerja rutin biasa,”

pungkasnya.

Diungkap Faisal Basri

Sebelumnya, Faisal Basri menyerukan sejumlah menteri di kabinet Presiden Jokowi mundur.

Seruan Faisal itu tak terlepas dari kekecewaan terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi yang dianggap berpihak pada pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

“Ayo sama-sama kita bujuk Bu Sri Mulyani (menteri keuangan), Pak Basuki (menteri PUPR Basuki Hadimuljono), dan beberapa menteri lagi untuk mundur. Itu efeknya dahsyat. Secara moral, saya dengar Bu Sri Mulyani paling siap untuk mundur. Pramono Anung (sekretaris kabinet) sudah gagap. Kan PDI (PDI Perjuangan) belain Jokowi terus, pusing,”

klaim Faisal dalam Political Economic Outlook 2024 di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1).

Sekedar informasi, Faisal Basri selama ini dikenal sebagai pengamat ekonomi dan politikus alumni Universitas Indonesia.

Dia juga merupakan keponakan dari mendiang Wakil Presiden RI Adam Malik.

Faisal Basri meraih gelar Master of Arts bidang ekonomi di Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika (1988). 

Rekomendasi Redaksi: Jenis Sayuran yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Asam Lambung

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *